Pada tanggal 22 Mei 2026, UOBF Puskesmas Kebonsari Kabupaten Tuban menggelar aksi nyata dalam upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan skrining massal menggunakan metode X-Ray dada (ronsen). Kegiatan krusial ini terlaksana berkat kolaborasi dan sinergi yang kuat dengan Yayasan Stop Tuberculosis Partnership Indonesia (STPI) yang didukung oleh Dompet Dhuafa. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mendeteksi secara dini kasus TBC di masyarakat, sehingga rantai penularan dapat diputus secepat mungkin dan penanganan medis dapat diberikan secara tepat dan cepat.
Pelaksanaan skrining yang dipusatkan di wilayah kerja Puskesmas Kebonsari ini berjalan dengan sangat tertib dan mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari warga setempat. Tercatat sebanyak 200 orang peserta hadir memadati lokasi pemeriksaan sejak pagi hari. Para peserta ini merupakan warga yang berasal dari dua wilayah prioritas, yaitu Kelurahan Kingking dan Kelurahan Kebonsari. Kehadiran ratusan warga ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru dan deteksi dini terhadap penyakit menular seperti TBC.
Penggunaan teknologi X-Ray dalam skrining kali ini dinilai sangat efektif karena mampu memberikan gambaran klinis kondisi paru-paru peserta secara langsung dan akurat. Tim medis dari UOBF Puskesmas Kebonsari bersama dengan tim teknis dari STPI Dompet Dhuafa bekerja sama secara profesional dalam memandu jalannya pemeriksaan, mulai dari pendaftaran, wawancara gejala, proses ronsen, hingga edukasi kesehatan. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap warga yang hadir mendapatkan pelayanan yang optimal, aman, dan sesuai dengan standar protokol kesehatan yang berlaku.
Selain melakukan pemeriksaan fisik melalui X-Ray, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi massal. Petugas kesehatan memberikan penyuluhan mengenai gejala-gejala TBC, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta cara pencegahan penularan di tingkat keluarga. Bagi peserta yang hasil ronsennya menunjukkan adanya indikasi atau gejala yang mengarah pada TBC, petugas Puskesmas Kebonsari langsung melakukan tindak lanjut berupa pemeriksaan dahak (tes cepat molekuler) dan memberikan pendampingan agar pasien bisa segera mendapatkan pengobatan gratis hingga sembuh.
Melalui kegiatan yang berlangsung sukses pada akhir Mei 2026 ini, UOBF Puskesmas Kebonsari bersama Yayasan STPI Dompet Dhuafa berharap dapat menurunkan angka kesakitan akibat TBC secara signifikan di Kelurahan Kingking dan Kelurahan Kebonsari. Pihak Puskesmas juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kader kesehatan, pemerintah kelurahan, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung kelancaran acara ini. Semangat kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat terus terjaga demi mewujudkan Tuban yang sehat dan bebas dari TBC di masa depan.